Semarak Musycab Muhammadiyah

Sebagai bentuk partisipasi MTs Muhammadiyah 1 Gondangrejo menjadi partisipan dalam perhelatan akbar 5 tahunan PCM Gondangrejo, kegiatan Pawai Ta'aruf Semarak Musycab Muhammadiyah Gondangrejo 2011

Guru Teladan

Atas dasar polling peserta didik dan hasil keputusan Dewan Guru MTs Muhammadiyah 1 Gondangrejo terhadap prestasi dan dedikasi Tenaga Pendidik, sebagai bentuk apresiasi terhadap tenaga pendidik di MTs Muhammadiyah 1 Gondangrejo, diberikan penghargaan atas dedikasinya dalam pengembangan madrasah,

Sarana Prasarana

Di tahun 2011 MTs Muhammadiyah 1 Gondangrejo mulai berbenah diantaranya melengkapi sarana prasarana penunjang pelaksanaan KBM salah satunya penyediaan Laboratorium Bahasa yang akan di pakai untuk 3 bahasa sekaligus Bahasa Inggris, Indonesia dan Arab. dengan harapan melatih anak untuk speaking segala bahasa.

Ini adalah judul fitur slide 4

Template yang sudah didukung dengan fitur slide, sehingga anda tidak perlu edit HTMl lagi. Silahkan and ganti kalimat-kalimat ini dengan tema descriptions milik anda sendiri.

Ini adalah judul fitur slide 5

Template yang sudah didukung dengan fitur slide, sehingga anda tidak perlu edit HTMl lagi. Silahkan and ganti kalimat-kalimat ini dengan tema descriptions milik anda sendiri.

14 Nov 2012

Pendaftaran Sertifikasi 2012

Cara mengekstrak file Pendaftaran Sertifikasi 2012.pdf yang merupakan hasil download dari blog mapenda karanganyar bisa dicoba dulu :
1. Buka Windows explore file hasil download Pendafataran Sertifikasi 2012.pdf
2. Klik kanan cari menu open with :
    screen shoot :
3. Kemudian ekstrak file winrar archives :
    screen shoot :
ato bisa download lagi dari sini klik Pendaftaran Sertifikasi 2012
demikian...semoga bermanfaat......

   

27 Sep 2012


JADWAL PELAJARAN MTS MUHSA GONDANGREJO
jadwal 2012-2013

Profil Madrasah

21 Mei 2012

RPP dan Silabus Berkarakter untuk SMP/MTs New

Download Silabus dan RPP Berkarakter untuk SMP/MTs

P Penjas
  • Silabus Penjas EEK Kelas 7 Semester 1 [ Download ] 
  • Silabus Penjas EEK Kelas 7 Semester 2 [ Download ]
  • Silabus Penjas EEK Kelas 8 Semester 1 [ Download ]
  • Silabus Penjas EEK Kelas 8 Semester 2 [ Download ]
  • Silabus Penjas EEK Kelas 9 Semester 1 [ Download ]
  • Silabus Penjas EEK Kelas 9 Semester 2 [ Download ]
Sebagai bonus , maka sekalian saya berikan Promes dan Prota mata pelajaran penjas SMP lengkap sebagai berikut :



Download Gratis Rpp berkarakter Mata pelajaran penjas 2011 :


  • Rpp Penjas EEK Kelas 7 Semester 1 [ Download ] 
  • Rpp Penjas EEK Kelas 7 Semester 2 [ Download ]
  • Rpp Penjas EEK Kelas 8 Semester 1 [ Download ]
  • Rpp Penjas EEK Kelas 8 Semester 2 [ Download ]
  • Rpp Penjas EEK Kelas 9 Semester 1 [ Download ] 
  • Rpp Penjas EEK Kelas 9 Semester 2 [ Download ]
Bahasa Indonesia
Rpp Bahasa Indonesia Berkarakter (EEK) SMP/MTs Terbaru lengkap yang dapat di download secara gratis untuk sekolah menengah pertama kelas 7, 8 dan 9 semester 1 dan 2 (silahkan ibu dan bapak guru download) :
  • Rpp Bahasa Indonesia Kelas 7 Berkarakter smt 1 [Download]
  • Rpp Bahasa Indonesia Kelas 7 Berkarakter smt 2 [Download]
  • Rpp Bahasa Indonesia Kelas 8 Berkarakter smt 1 [Download]
  • Rpp Bahasa Indonesia Kelas 8 Berkarakter smt 2 [Download]
  • Rpp Bahasa Indonesia Kelas 9 Berkarakter smt 1 [Download]
  • Rpp Bahasa Indonesia Kelas 9 Berkarakter smt 2 [Download]
Bahasa Inggris

  • Rpp Bahasa Inggris Kelas 7 Berkarakter smt 1 [Download]
  • Rpp Bahasa Inggris Kelas 7 Berkarakter smt 2 [Download]
  • Rpp Bahasa Inggris Kelas 8 Berkarakter smt 1 [Download]
  • Rpp Bahasa Inggris Kelas 8 Berkarakter smt 2 [Download]
  • Rpp Bahasa Inggris Kelas 9 Berkarakter smt 1 [Download]
  • Rpp Bahasa Inggris Kelas 9 Berkarakter smt 2 [Download]

Bahasa Jawa
Berikut ini Link download Silabus mapel bahasa jawa kelas 7 SMP/MTs semester 1 dan 2, silakan download secara gratis :
  • Silabus bahasa jawa kelas 7 SMP/MTs semester 1 (Download) 
  • Silabus bahasa jawa kelas 7 SMP/MTs semester 2 (Download) 
  • Rpp bahasa jawa kelas 7 SMP/MTs semester 1 (Download )  
  • Rpp bahasa jawa kelas 7 SMP/MTs semester 2 (Download) 
  • Rpp Bahasa jawa SMP/MTs kelas 8 semester 1 ( Download )
  • Rpp Bahasa jawa SMP/MTs kelas 8 semester 1 ( Download ) 
  • Rpp bahasa jawa kelas 9 SMP/MTs semester 1 ( Download ) 
  • Rpp bahasa jawa kelas 9SMP/MTs semester 2 ( Download )

  • Silabus bahasa jawa kelas 8 SMP/MTs semester 1 dan 2 ( Download )
  • Silabus bahasa jawa kelas 9 SMP/MTs semester 1 ( Download ) 
  • Silabus bahasa jawa kelas 9 SMP/MTs semester 2 ( Download )

IPS
Rpp Ips Berkarakter (EEK) SMP/MTs Download Gratis bapak dan ibu guru tercinta :)

  1. Rpp Ips EEK Kelas 7 Semester 1 [Download]
  2. Rpp Ips EEK Kelas 7 Semester 2 [Download]
  3. Rpp Ips EEK Kelas 8 Semester 1 [Download]
  4. Rpp Ips EEK Kelas 8 Semester 2 [Download]
  5. Rpp Ips EEK Kelas 9 Semester 1 [Download]
  6. Rpp Ips EEK Kelas 9 Semester 2 [Download]

Matematika

  • Silabus Terbaru Matematika SMP/MTs [Download] 
  • Kkm Terbaru Matematika SMP/MTs [Download
  • Prota Terbaru Matematika SMP/MTs [Download
  • Promes Terbaru Matematika SMP/MTs [Download
  • SK dan KD Terbaru Matematika SMP/MTs [Download] 
  • Pemetaan Terbaru Matematika SMP/MTs [Download]


  • Rpp Matematika EEK Kelas 7 Semester 1 [Download] 
  • Rpp Matematika EEK Kelas 7 Semester 2 [Download]
  • Rpp Matematika EEK Kelas 8 Semester 1 [Download]
  • Rpp Matematika EEK Kelas 8 Semester 2 [Download]
  • Rpp Matematika EEK Kelas 9 Semester 1 [Download] 
  • Rpp Matematika EEK Kelas 9 Semester 2 [Download]
PKN

  • Rpp PKn EEK Kelas 7 Semester 1 [Download]
  • Rpp PKn EEK Kelas 7 Semester 2 [Download]
  • Rpp PKn EEK Kelas 8 Semester 1 [Download]
  • Rpp PKn EEK Kelas 8 Semester 2 [Download]
  • Rpp PKn EEK Kelas 9 Semester 1 [Download]
  • Rpp PKn EEK Kelas 9 Semester 2 [Download]
 TIK
  • Rpp TIK EEK Kelas 7 Semester 1 [ Download ]
  • Rpp TIK EEK Kelas 7 Semester 2 [ Download ]
  • Rpp TIK EEK Kelas 8 Semester 1 [ Download ]
  • Rpp TIK EEK Kelas 8 Semester 2 [ Download ]
  • Rpp TIK EEK Kelas 9 Semester 1 [ Download ]
  • Rpp TIK EEK Kelas 9 Semester 2 [ Download ]
SENI
  • Rpp Seni EEK Kelas 7 Semester 1 ( Download )
  • Rpp Seni EEK Kelas 7 Semester 2 ( Download )
  • Rpp Seni EEK Kelas 8 Semester 1 ( Download )
  • Rpp Seni EEK Kelas 8 Semester 2 ( Download )
  • Rpp Seni EEK Kelas 9 Semester 1 ( Download )
  • Rpp Seni EEK Kelas 9 Semester 2 ( Download )
 PAI 
Kelas 7
Kkm : Download.doc
Rpp : Download.doc
Silabus : Download.doc
Program Semester : Download.Xls
Standar Isi : Download.doc
Rpp Pai Kelas 7 SMP | Tambahan
kelas 8 smp untuk semester 1 dan 2 
Kkm : Download.doc
Rpp : Download.doc
Silabus : Download.doc
Prosem : Download.xls
Standar isi : Download.doc
Rpp Pai Kelas 8 SMP | Tambahan
kelas 9 smp untuk semester 1 dan 2 
Kkm : Download.doc
Rpp : Download.doc
Silabus : Download.doc
Standar isi : Download.doc
Rpp Pai Kelas 9 SMP | Tambahan

Ziarah Kubur dan Bacaan Yasin

Ziarah Kubur dan Bacaan Yasin

KEKUATAN SANAD HADITS
ZIARAH KUBUR ORANG TUA, FAEDAH BACAAN YASIN,
KIRIM BACAAN UNTUK ORANG MENINGGAL DUNIA, DAN BEBERAPA KOREKSI TERHADAP BUKU TANYA JAWAB AGAMA DAN HPT


Penanya:
Drs. Dimyati, Semarang


A.  Pertanyaan:
Kekuatan sanad hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar tentang ziarah kubur kedua orang tua atau salah satu dari mereka pada setiap hari Jum‘at, kemudian hadits tentang membaca surat Yasin akan diampuni dia sebanyak jumlah ayat dan huruf?

Jawaban:
Setelah melalui pelacakan dari berbagai kitab hadits, akhirnya bisa ditemukan di dalam kitab Faidl al-Qadir Syarah Kitab al-Jami‘ ash-Shaghir karya Abd ar-Rauf al-Manawi, Juz VI: 141. Teks selengkapnya adalah:
لِأَبِي الشَّيْخِ وَالدَّيْلَمِي عَنْ أَبِي بَكْرٍ مَنْ زَارَ قَبْرَ وَالِدَيْهِ كُلُّ جُمُعَةٍ أَوْ أَحَدِهِمَا فَقَرَأَ عِنْدَهُ يسٍ وَالْقُرْآنِ الْحَكِيْمِ غُفِرَ لَهُ بِعَدَدِ كُلِّ أَيَةٍ وَحُرْفٍ مِنْهَا.
Artinya: “Riwayat Abu asy-Syaikh dan ad-Dailamiy dari Abu Bakar: Barangsiapa berziarah kubur kedua orang tuanya atau salah satunya pada setiap hari Jum‘at, kemudian membaca surat “Yasin wa al-Qur’an al-Hakim”, maka diampunilah dia sebanyak jumlah ayat dan huruf dari surat itu.”
Menurut kitab Mizan al-I‘tidal fi Naqd ar-Rijal, karya Syams ad-Din Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman adz-Dzahabi, Juz V: 316, dinyatakan bahwa sanad hadits tersebut bathil, dengan demikian tidak bisa dijadikan hujjah.
Sedangkan hadits kedua tentang pembacaan permulaan surat al-Baqarah di sebelah kepala mayit, dan akhir surat al-Baqarah di sebelah kakinya, dengan sangat menyesal belum bisa ditemukan rujukannya, meskipun sudah dilacak di berbagai kitab hadits. Kami kesulitan menemukan kata kunci untuk mencari hadits tersebut, karena dalam pertanyaan anda hanya menyertakan terjemahannya.

B.  Pertanyaan:
Kalau hadits tersebut tidak shahih dan tidak pula hasan, bagaimana jika menggunakan qiyas terhadap pengiriman bacaan untuk orang yang telah meninggal dengan hadits ‘Aisyah yaitu pemberian sedekah anak kepada ibunya yang telah meninggal?

Jawaban:
Masalah yang anda tanyakan adalah masalah klasik, sejak dulu menjadi khilafiyah. Namun bagaimana pandangan Islam terhadap masalah tersebut, dan pendapat mana yang lebih patut diterima jika dihadapkan keada dalil-dalil hukumnya?
Al-Qur’an surat an-Najm (53) ayat 38 dan 39 mengajarkan:
أَلاَّ تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى. وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلاَّ مَا سَعَى.
Artinya: “Bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.”
Dari dua ayat di atas, diperoleh penegasan bahwa seseorang yang berdosa adalah akibat perbuatan yang dilakukannya sendiri. Dan bahwa manusia hanya akan memperoleh pahala atas perbuatan yang dilakukannya sendiri pula. Kemungkinan seseorang ikut dibebani dosa perbuatan orang lain hanyalah jika seseorang itu berpartisipasi dalam terjadinya perbuatan dosa orang lain itu. Demikian juga orang dapat menerima pahala perbuatan yang dilakukan orang lain, jika ia berpartisipasi dalam terjadinya perbuatan orang lain itu. Hadits Nabi saw mengajarkan:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ اْلإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا. [رواه مسلم: ج: 4 ص: 2060].
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa mengajak kepada petunjuk (kebaikan), maka ia akan mendapat pahala seperti pahala-pahala yang diberikan kepada orang-orang yang mengikuti ajakannya, tanpa mengurangi sedikitpun pahala mereka; dan orang yang mengajak kepada kesesatan, maka ia akan menerima dosa seperti dosa orang-orang yang mengikuti ajakannya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka.” [HR. Muslim, Juz IV: 2060].
Hadits Nabi saw yang lain:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ اْلإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ. [رواه مسلم].
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: Jika manusia telah meninggal, maka terputuslah (pahala) amalnya, kecuali tiga macam amal; shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakan baik untuknya.” [HR. Muslim].
Tiga macam amal yang masih mengalir terus pahalanya, sampaipun yang beramal telah meninggal dunia, seperti disebutkan dalam hadits tersebut, hakikatnya adalah amal yang dilakukan sendiri oleh yang bersangkutan, bukan amal yang dilakukan oleh orang lain.
Hadits tentang anak yang menyedekahkan harta atas nama ibunya:
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أُمِّي افْتُلِتَتْ نَفْسُهَا وَإِنَّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ أَفَأَتَصَدَّقُ عَنْهَا فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَمْ فَتَصَدَّقَ عَنْهَا. [رواه النسائى].
Artinya: “Diriwayatkan dari ‘Aisyah, bahwasanya seorang shahabat datang kepada Rasulullah saw dan bertanya: Sesungguhnya ibuku telah meninggal dengan tiba-tiba, sekiranya ia sempat berbicara niscaya ia akan menyedekahkan sebagian hartanya. Dapatkah aku bersedekah atas nama ibuku (ibunya juga akan memperoleh pahala)?. Rasulullah saw menjawab ‘dapat’, maka ia bersedekah atas nama ibunya” [HR. an-Nasa’i].
Dari dalil-dalil di atas dapat diambil pelajaran bahwa kedudukan anak terhadap orang tua itu dapat dihubungkan dengan amal orang tua ketika hidup telah mendidik anaknya, sehingga anak dapat merasakan wajib berbuat baik kepada orang tuanya sampaipun setelah mereka meninggal dunia. Jadi orang tua yang mempunyai anak demikian itu hakikatnya memetik amalnya sendiri ketika masih hidup, yaitu mendidik anak untuk menjadi anak yang shaleh. Maka amal anak atas nama orang tua tidak termasuk pembicaraan menghadiahkan pahala amal shaleh.
Seseorang yang mendoakan baik untuk orang lain, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia, tidak ada masalah sama sekali. Seperti shalat jenazah berisi doa yang dimohonkan kepada Allah bagi orang yang meninggal dunia itu. Atau doa yang sering kita baca, misalnya:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ.
Oleh karena itu mendoakan orang lain bukan masalah menghadiahkan pahala amal bagi orang lain.
Memperhatikan bahwa tidak ada ajaran khusus tentang menghadiahkan pahala amal kepada orang lain, baik dari al-Qur’an maupun darti al-Hadits, para shahabat Nabi pun tidak melakukannya. Maka yang paling selamat adalah berpegang saja kepada nash yang ada. Tentang qiyas yang anda tanyakan, dalam kasus ini tidak bisa diberlakukan karena bertentangan dengan nash yang lebih tegas. Qiyas dalam bidang ibadah seperti ini, hanya qiyas yang dilakukan oleh Nabi saw yang bisa diterima.
Adapun menganut pendapat dapat sampainya hadiah pahala amal kebajikan kepada orang lain, sering berakibat negatif. Orang yang kurang beramal shaleh menjagakan hadiah pahala dari orang lain.

C.  Pertanyaan:
Pada buku Tanya Jawab Agama Juz IV halaman 87, hadits riwayat ad-Daruquthni dari Ibnu Abbas belum selesai.

Jawaban:
Setelah kami cek di dalam kitab Sunan ad-Daruquthni Juz I: 304, memang benar ada kekurangan, yaitu kalimat: hatta qubidla. Maka teks selengkapnya berbunyi:
إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَزَلْ يَجْهَرُ فِي السُّوْرَتَيْنِ بِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ حَتَّى قُبِضَ. [رواه الدارقطنى عن ابن عباس].
Artinya: “Bahwasanya Nabi saw tetap membaca ‘bismillahirrahmanirrahim’ dengan nyaring di (permulaan) dua surat (pada waktu membaca al-Fatihah dan pada waktu membaca surat lain sesudah al-Fatihah) sampai beliau wafat.” [HR. ad-Daruquthni dari Ibnu Abbas].

D.  Pertanyaan:
Di dalam buku HPT halaman 160, memang benar seharusnya tertulis 46 – 60 ekor unta, bukan 49 - 60 ekor unta. Pada halaman 155 tertulis 76 – 90 ekor unta dikenakan zakat 2 ekor anak unta betina umur 3 tahun. Sedangkan pada halaman 160, tertulis 76 – 90 ekor unta, dikenakan zakat 2 ekor anak unta betina umur 2 tahun. Mana yang benar?

Jawaban:
Yang benar adalah 76 – 90 ekor unta, dikenakan zakat 2 ekor anak unta betina umur 2 tahun lebih (2 tahun menginjak tahun ketiga).

D.  Tim Fatwa mengucapkan terima kasih atas koreksian anda terhadap beberapa kesalahan cetak yang terdapat di dalam buku “Tanya Jawab Agama”. Misalnya anda menyebutkan buku jilid III halaman 67, tertulis surat an-Nahl ayat 96 seharusnya ayat 98, jika yang dimaksud adalah membaca “ta‘awudz” maka pada buku jilid III edisi 1995 halaman 80, sudah seperti yang dimaksud. Buku jilid III halaman 143 tertulis ayat 10 surat al-Isra’ ternyata teksnya tidak seperti yang dimaksud. Pada buku edisi 1995, terdapat pada halaman 166 masih tertulis al-Isra’ ayat 10. Yang benar adalah surat al-Isra’ ayat 110, teksnya berbunyi:
وَلاَ تَجْهَرْ بِصَلاَتِكَ وَلاَ تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلاً.
Buku jilid III halaman 145 menjelaskan surat al-Baqarah ayat 187, tetapi kemasukan ayat 10 surat al-Isra’. Dalam buku jilid III edisi 1995, halaman 168 tentang junub, jima’ dan lain-lain, jika ini yang dimaksud, maka ayat 10 surat al-Isra’ sudah tidak ada lagi.
Wallahu a’lam bish-shawwab. *fz)



 Tim Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid
Pimpinan Pusat Muhammadiyah

23 Apr 2012

Liputan Media Masa Persiapan UN 2012 MTs Muhsa Gondangrejo

video

Minggu 22 April 2012, tepatnya menjelang adzan Maghrib disebuah madrasah di kawasan Kabupaten Karanganyar tepatnya Kecamatan Gondangrejo. MTs Muhammadiyah 1 (MUHSA) Gondangrejo namanya, madrasah di pinggiran perbatasan tiga kabupaten ini memiliki trik khusus dalam mempersiapkan peserta didiknya yang akan melaksanakan UN 2012, seperti dikutip dalam Liputan 6 News hari Senin bahwa MTs Muhammadiyah 1 Gondangrejo mempunyai trik yang telah dilakukan kurun 5 tahun ini dinilai efektif untuk mendongkrak nilai UN peserta didik ada beberapa kegiatan untuk mempersiapkan peserta didik yang akan melaksanakan UN :
1. SBT (Spiritual Building Training)
SBT yang dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga ALFA CENTRE Sragen, untuk membekali peserta didik siap UN dan bukan menjadikan UN momok yang berat. 
2. Karantina
Sebagai bentuk untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pihak madrasah melakukan karantina bagi peserta UN di MTs Muhammadiyah 1 Gondangrejo, di sisi lain pihak madrasah juga dapat membantu segala kesulitan anak dalam belajar dikarenakan tidak dipungkiri orang tua juga akan mengalami kesulitan jikalau anak bertanya berkaitan dengan pelajaran itu.
karantina akan dilaksanakan selama UN berlangsung mulai tanggal 22 - 26 April 2012.


14 Apr 2012

Anak Nakal, Bagaimana Mengatasinya? (2)


diambil dari artikel aslinya : www.muslim.or.id 
Sebab Kenakalan Anak Menurut Kacamata Islam
Termasuk sebab utama yang memicu penyimpangan akhlak pada anak, bahkan pada semua manusia secara umum, adalah godaan setan yang telah bersumpah di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menyesatkan manusia dari jalan-Nya yang lurus. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ. ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
Iblis (setan) berkata, ‘Karena Engkau telah menghukumi saya tersesat, sungguh saya akan menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat kepada-Mu).’” (QS. Al-A’raf: 16-17).
Dalam upayanya untuk menyesatkan manusia dari jalan yang benar, setan berusaha menanamkan benih-benih kesesatan pada diri manusia sejak pertama kali mereka dilahirkan ke dunia ini, untuk memudahkan usahanya selanjutnya setelah manusia itu dewasa.
Dalam sebuah hadits qudsi, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya, “Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku semuanya dalam keadaan hanif (suci dan cenderung kepada kebenaran), kemudian setan mendatangi mereka dan memalingkan mereka dari agama mereka (Islam).”[1]
Dalam hadits shahih lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tangisan seorang bayi ketika (baru) dilahirkan adalah tusukan (godaan untuk menyesatkan) yang berasal dari setan.[2]
Perhatikanlah hadits yang agung ini! Betapa setan berupaya keras untuk menyesatkan manusia sejak mereka dilahirkan ke dunia. Padahal, bayi yang baru lahir tentu belum mengenal nafsu, indahnya dunia, dan godaan-godaan duniawi lainnya, maka bagaimana keadaannya kalau dia telah dewasa dan mengenal semua godaan tersebut?[3]
Di samping sebab utama di atas, ada faktor-faktor lain yang memicu dan mempengaruhi penyimpangan akhlak pada anak, berdasarkan keterangan dari ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Di antara faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
Pertama, pengaruh didikan buruk kedua orangtua
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semua bayi (manusia) dilahirkan di atas fithrah (kecenderungan menerima kebenaran Islam dan tauhid), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya (beragama) Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”[4]
Hadits ini menunjukkan bahwa semua manusia yang dilahirkan di dunia memiliki hati yang cenderung kepada Islam dan tauhid, sehingga kalau dibiarkan dan tidak dipengaruhi maka nantinya dia akan menerima kebenaran Islam. Akan tetapi, kedua orang tuanyalah yang memberikan pengaruh buruk, bahkan menanamkan kekafiran dan kesyirikan kepadanya.[5]
Syekh Bakr Abu Zaid berkata, “Hadits yang agung ini menjelaskan sejauh mana pengaruh dari kedua orangtua terhadap (pendidikan) anaknya, dan (pengaruh mereka dalam) mengubah anak tersebut dalam penyimpangan dari konseuensi (kesucian) fitrahnya kepada kekafiran dan kefasikan….
(Di antara contoh pengaruh buruk tersebut adalah) jika seorang ibu tidak memakai hijab (pakaian yang menutup aurat), tidak menjaga kehormatan dirinya, sering keluar rumah (tanpa ada alasan yang dibenarkan agama), suka berdandan dengan menampakkan (kecantikannya di luar rumah), senang bergaul dengan kaum lelaki yang bukan mahram-nya, dan lain sebagainya, maka ini (secara tidak langsung) merupakan pendidikan (yang berupa) praktik (nyata) bagi anaknya, untuk (mengarahkannya kepada) penyimpangan (akhlak) dan memalingkannya dari pendidikan baik yang membuahkan hasil yang terpuji, berupa (kesadaran untuk) memakai hijab (pakaian yang menutup aurat), menjaga kehormatan dan kesucian diri, serta (memiliki) rasa malu. Inilah yang dinamakan ‘pengajaran pada fitrah (manusia)’.”[6]
Kedua, pengaruh lingkungan dan teman bergaul yang buruk
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya, “Perumpamaan teman duduk (bergaul) yang baik dan teman duduk (bergaul) yang buruk (adalah) seperti pembawa (penjual) minyak wangi dan peniup al-kiir (tempat menempa besi). Maka, penjual minyak wangi bisa jadi memberimu minyak wangi atau kamu membeli (minyak wangi) darinya, atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang harum darinya. Sedangkan peniup al-kiir (tempat menempa besi), bisa jadi (apinya) akan membakar pakaianmu atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang tidak sedap darinya.[7]
Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan duduk dan bergaul dengan orang-orang yang baik akhlak dan tingkah lakunya, karena adanya pengaruh baik yang ditimbulkan dengan selalu menyertai mereka. Hadits tersebut sekaligus menunjukkan larangan bergaul dengan orang-orang yang buruk akhlaknya dan pelaku maksiat karena pengaruh buruk yang ditimbulkan dengan selalu menyertai mereka.[8]
Ketiga, sumber bacaan dan tontonan
Pada umumnya, anak-anak mempunyai jiwa yang masih polos, sehingga sangat mudah terpengaruh dan mengikuti apa pun yang dilihat dan didengarnya dari sumber bacaan atau berbagai tontonan.
Apalagi, memang kebiasan meniru dan mengikuti orang lain merupakan salah satu watak bawaan manusia sejak lahir, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الأرواح جنود مجندة، فما تعارف منها ائتلف وما تناكر اختلف
Ruh-ruh manusia adalah kelompok yang selalu bersama. Maka, yang saling bersesuaian di antara mereka akan saling berdekatan, dan yang tidak bersesuaian akan saling berselisih.”[9]
Oleh karena itulah, metode pendidikan dengan menampilkan contoh figur untuk diteladani adalah termasuk salah satu metode pendidikan yang sangat efektif dan bermanfaat.
Syekh Abdurrahman as-Sa’di berkata ketika menafsirkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
وَكُلا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ
Dan semua kisah para rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu, dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Hud: 120).
Beliau berkata, “Yaitu, supaya hatimu tenang dan teguh (dalam keimanan), dan (supaya kamu) bersabar seperti sabarnya para rasul ‘alaihimus sallam, karena jiwa manusia (cenderung) senang meniru dan mengikuti (orang lain), dan (ini menjadikannya lebih) bersemangat dalam beramal shalih, serta berlomba dalam mengerjakan kebaikan….”[10]
-bersambung insya Allah-
Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, M.A
Artikel www.muslim.or.id

[1] Hadits shahih riwayat Muslim, no. 2865. [2] Hadits shahih riwayat Muslim, no. 2367.
[3] Lihat kitab Ahkamul Maulud fis Sunnatil Muthahharah, hlm. 23.
[4] Hadits shahih riwayat Al-Bukhari no. 1319, dan Muslim no. 2658.
[5] Lihat kitab ‘Aunul Ma’bud: 12/319–320.
[6] Kitab Hirasatul Fadhilah, hlm. 130–131.
[7] Hadits shahih riwayat Al-Bukhari no. 5214, dan Muslim no. 2628.
[8] Lihat kitab Syarhu Shahihi Muslim: 16/178 dan Faidhul Qadir: 3/4.
[9] Hadits shahih riwayat Al-Bukhari no. 3158, dan Muslim no. 2638.
[10] Kitab Taisirul Karimir Rahman, hlm. 392.

Insan TV

Insan TV

Radio Muslim

Radio Muslim

TV Edukasi

Speedy TV

CCTV

Sarana Sunnah TV

Sarana Sunnah TV | Menambahkan Khasanah Ilmu Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah


Fan Page

Fan Page

Kotak Saran

Kotak Saran :

Popular

Entri Populer


Bloglist

Daftar Blog Saya

Follow

Follow by Email




 
KEMBALI KEATAS
') }else{document.write('') } }